Kelas Sains
Headlines News :

Artikel Terbaru

25 Fakta Tentang Jantung

Written By Toha Nasr on Jumat, 26 September 2014 | 5:52:00 PM


  1. Sebagian besar otot jantung bekerja selama hidup.
  2. Hanya kornea yang tidak menerima suplai darah.
  3. Jantung memompa darah ke semua 75 triliun sel tubuh.
  4. Energi yang dihasilkan jantung selama hidup bisa membawa kita ke bulan
  5. Energi yang diciptakan jantung mampu menggerakkan truk sejauh 20 mil.
  6. Sebuah studi terbaru peneliti Swedia menunjukkan ketika paduan suara, ritme jantung mereka tersinkronisasi
  7. Pada tanggal 3 Desember 1967, Dr Christiaan Barnard mentransplantasikan jantung manusia ke dalam tubuh Louis Washansky. Meskipun penerima hanya hidup selama 18 hari, tapi dianggap transplantasi jantung pertama yang sukses.
  8. Pada tahun 1929, ahli bedah asal Jerman, Werner Forssmann memeriksa bagian dalam jantungnya sendiri dengan benang kateter melalui vena lengannya. Ini adalah kateterisasi jantung pertama, sekarang jadi prosedur umum.
  9. Alat pacu jantung pertama terhubung ke dinding
  10. Sebuah katup jantung yang normal ukurannya sekitar setengah uang koin
  11. Kemungkinan mengalami serangan jantung lebih besar pada hari Senin pagi daripada hari lain
  12. Puncak serangan jantung terjadi saat Hari Natal, diikuti tanggal 26 Desember, kemudian Tahun Baru 
  13. Karena jantung memiliki impuls listrik sendiri, bahkan ketika dipisahkan dari tubuh, asalkan memiliki pasokan oksigen 
  14. Patah hati bisa menambah berat badan. Setelah mengalami peristiwa emosional, tubuh akan melepaskan hormon stres ke dalam aliran darah yang bisa membuat "shock" jantung dan bisa mengalami gejala serangan jantung.
  15. Tidak ada yang tahu pasti mengapa jantung secara historis dikaitkan dengan cinta (banyak peradaban kuno yang mengaitkan dengan emosi) tetapi beberapa sejarawan Yunani menyimpulkan demikian
  16. Seperti yang dikatakan sebelumnya, kebahagiaan berpengaruh pada kesehatan jantung. Begitu juga dengan tawa, tertawa dapat mengalirkan darah 20% lebih banyak ke tubuh.
  17. Jantung seorang wanita biasanya berdetak lebih cepat daripada laki-laki
  18. Ambil bola tenis dan remas dengan erat: itulah seberapa keras detak jantung bekerja memompa darah. 
  19. Bahagia, tidak stres, olahraga, dan pola makan yang sehat akan menjaga jantung Anda tetap sehat
  20. Jantung ditemukan pada mumi yang berusia 3.000 tahun
  21. Penyakit jantung masih merupakan ancaman terbesar bagi kesehatan Anda
  22. Semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin rendah mengalami resiko penyakit jantung
  23. Paus biru memiliki jantung terbesar yang dihargai £ 1500 (Rp. 29.215.907,-)
  24. Sel sel jantung mulai terbentuk pada 4 minggu pertama
  25. Rata-rata selama hidup, jantung akan memompa hampir 1,5 juta barel darah, cukup untuk mengisi 200 tangki kereta api.

Sumber :
www.kaskus.co.id
stariffic.com

Download Buku Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014

Written By Toha Nasr on Kamis, 21 Agustus 2014 | 9:06:00 AM

Bagi anda yang mencari buku kurikulum edisi revisi tahun 2014 silahkan download pada link dibawah ini, buku kurikulum 2013 edisi revisi kin tersedia untuk kelas 1,2,4 dan 5 untuk tingkat SD dan kelas 7 dan 8 untuk tingkat SMP serta kelas 10 dan 11 untuk tingkat SMA, semoga bermanfaat...

Buku SD/MI Kelas 1

  1. Buku Pegangan Guru Pendidikan Agama SD Kelas 1 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014:     [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha], [PA Hindu], dan [PA Konghuchu] 
  2. Buku Pegangan Siswa Pendidikan Agama SD Kelas 1 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014:    [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha], [PA Hindu], dan [PA Konghuchu]
  3. Buku Pegangan Guru SD Kelas 1 Tema 1: Diriku
  4. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 1 Tema 1 Diriku
  5. Buku Pegangan Guru SD Kelas 1 Tema 2: Kegemaranku
  6. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 1 Tema 2 Kegemaranku
  7. Buku Pegangan Guru SD Kelas 1 Tema 3: Kegiatanku
  8. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 1 Tema 3 Kegiatanku
  9. Buku Pegangan Guru SD Kelas 1 Tema 4: Keluargaku
  10. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 1 Tema 4 Keluargaku
  11. Buku Pegangan Guru SD Kelas 1 Tema 5: Pengamalanku
  12. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 1 Tema 5 Pengamalanku
  13. Buku Pegangan Guru SD Kelas 1 Tema 6: Lingkungan
  14. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 1 Tema 6 Lingkungan
  15. Buku Pegangan Guru SD Kelas 1 Tema 7: Benda-Hewan dan Tanaman disekitar
  16. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 1 Tema 7 Benda-Hewan dan tanaman disekitar
  17. Buku Pegangan Guru SD Kelas 1 Tema 8: Peristiwa Alam
  18. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 1 Tema 8 Peristiwa Alam

Buku SD/MI Kelas 2
  1. Buku Pegangan Guru Pendidikan Agama SD Kelas 2 Kurikulum 2013:  [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha], [PA Hindu], dan [PA Konghuchu]
  2. Buku Pegangan Siswa Pendidikan Agama SD Kelas 2 Kurikulum 2013: [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha], [PA Hindu], dan [PA Konghuchu]
  3. Buku Pegangan Guru SD Kelas 2 Tema 1: Hidup Rukun
  4. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 2 Tema 1 Hidup Rukun
  5. Buku Pegangan Guru SD Kelas 2 Tema 2: Bermain di Linkunganku
  6. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 2 Tema 2 Bermain di Linkunganku
  7. Buku Pegangan Guru SD Kelas 2 Tema 3: Tugasku Sehari-hari
  8. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 2 Tema 3: Tugasku Sehari-hari
  9. Buku Pegangan Guru SD Kelas 2 Tema 4: Aku dan Sekolahku
  10. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 2 Tema 4: Aku dan Sekolahku
  11. Buku Pegangan Guru SD Kelas 2 Tema 5: Hidup Bersih dan Sehat
  12. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 2 Tema 5: Hidup Bersih dan Sehat
  13. Buku Pegangan Guru SD Kelas 2 Tema 6: Air Bumi dan Matahari
  14. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 2 Tema 6: Air Bumi dan Matahari
  15. Buku Pegangan Guru SD Kelas 2 Tema 7: Merawat Hewan dan Tumbuhan
  16. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 2 Tema 7: Merawat Hewan dan Tumbuhan
  17. Buku Pegangan Guru SD Kelas 2 Tema 8: Keselamatan di Rumah dan Perjalanan
  18. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 2 Tema 8: Keselamatan di Rumah dan Perjalanan
 
Buku SD/MI Kelas 4 Edisi Revisi 2014

  1. Buku Pegangan Guru Pendidikan Agama SD Kelas 4 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014:       [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha], [PA Hindu], dan [PA Konghuchu]
  2. Buku Pegangan Siswa Pendidikan Agama SD Kelas 4 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014:     [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha], [PA Hindu], dan [PA Konghuchu]
  3. Buku Pegangan Guru SD Kelas 4 Tema 1: Indahnya Kebersamaan
  4. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 4 Tema 1 Indahnya Kebersamaan
  5. Buku Pegangan Guru SD Kelas 4 Tema 2: Selalu Berhemat Energi
  6. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 4 Tema 2 Selalu Berhemat Energi
  7. Buku Pegangan Guru SD Kelas 4 Tema 3: Peduli Terhadap Makhluk Hidup
  8. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 4 Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup
  9. Buku Pegangan Guru SD Kelas 4 Tema 4: Berbagi Pekerjaan
  10. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 4 Tema 4 Berbagi Pekerjaan
  11. Buku Pegangan Guru SD Kelas 4 Tema 5: Pahlawanku
  12. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 4 Tema 5 Pahlawanku
  13. Buku Pegangan Guru SD Kelas 4 Tema 6: Indahnya Negeriku
  14. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 4 Tema 6 Indahnya Negeriku
  15. Buku Pegangan Guru SD Kelas 4 Tema 7: Cita-citaku
  16. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 4 Tema 7 Cita-citaku
  17. Buku Pegangan Guru SD Kelas 4 Tema 8: Tempat Tinggalku
  18. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 4 Tema 8 Tempat Tinggalku
  19. Buku Pegangan Guru SD Kelas 4 Tema 9: Makananku Sehat dan Bergizi
  20. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 4 Tema 9 Makananku Sehat dan Bergizi

Buku SD/MI Kelas 5
  1. Buku Pegangan Guru Pendidikan Agama SD Kelas 5 Kurikulum 2013: [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha], [PA Hindu], dan [PA Konghuchu]
  2. Buku Pegangan Siswa Pendidikan Agama SD Kelas 5 Kurikulum 2013: [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha], [PA Hindu], dan [PA Konghuchu]
  3. Buku Pegangan Guru SD Kelas 5 Tema 1: Benda-Benda di Lingkungan Sekitar
  4. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 5 Tema 1 Benda-Benda di Lingkungan Sekitar
  5. Buku Pegangan Guru SD Kelas 5 Tema 2: Peristiwa dalam Kehidupan
  6. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 5 Tema 2 Peristiwa dalam Kehidupan
  7. Buku Pegangan Guru SD Kelas 5 Tema 3: Kerukunan dalam Bermasyarakat
  8. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 5 Tema 3: Kerukunan dalam Bermasyarakat
  9. Buku Pegangan Guru SD Kelas 5 Tema 4: Sehat Itu Penting
  10. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 5 Tema 4: Sehat Itu Penting
  11. Buku Pegangan Guru SD Kelas 5 Tema 5: Bangga sebagai Bangsa Indonesia
  12. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 5 Tema 5: Bangga sebagai Bangsa Indonesia
  13. Buku Pegangan Guru SD Kelas 5 Tema 6: Organ Tubuh Manusia dan Hewan
  14. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 5 Tema 6: Organ Tubuh Manusia dan Hewan
  15. Buku Pegangan Guru SD Kelas 5 Tema 7: Sejarah Peradaban Indonesia
  16. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 5 Tema 7: Sejarah Peradaban Indonesia
  17. Buku Pegangan Guru SD Kelas 5 Tema 8: Ekosistem
  18. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 5 Tema 8: Ekosistem
  19. Buku Pegangan Guru SD Kelas 5 Tema 9: Lingkungan Sahabat Kita
  20. Buku Pegangan Siswa SD Kelas 5 Tema 9: Lingkungan Sahabat Kita

Buku SMP/MTs Kelas 7 Edisi Revisi 2014
  1. Buku Pegangan Guru Pendidikan Agama SMP Kelas 7 Kurikulum 2014 Edisi Revisi 2014:    [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha], [PA Hindu], dan [PA Konghuchu]
  2. Buku Pegangan Siswa Pendidikan Agama SMP Kelas 7 Kurikulum 2014 Edisi Revisi 2014: [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha], [PA Hindu], dan [PA Konghuchu]
  3. Buku Pegangan Guru Matematika SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  4. Buku Pegangan Siswa Matematika SMP Kelas 7 Semester 1 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  5. Buku Pegangan Siswa Matematika SMP Kelas 7 Semester 2 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  6. Buku Pegangan Guru IPA SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  7. Buku Pegangan Siswa IPA SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  8. Buku Pegangan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  9. Buku Pegangan Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  10. Buku Pegangan Guru Bahasa Inggris SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  11. Buku Pegangan Siswa Bahasa Inggris SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  12. Buku Pegangan Guru PPKn SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  13. Buku Pegangan Siswa PPKn SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  14. Buku Pegangan Guru IPS SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  15. Buku Pegangan Siswa IPS SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  16. Buku Pegangan Guru Penjaskes SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  17. Buku Pegangan Siswa Penjaskes SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  18. Buku Pegangan Guru Prakarya SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  19. Buku Pegangan Siswa Prakarya SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  20. Buku Pegangan Guru Seni Budaya SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  21. Buku Pegangan Siswa Seni Budaya SMP Kelas 7 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014

Buku SMP/MTs Kelas 8
  1. Buku Pegangan Guru Pendidikan Agama SMP Kelas 8 Kurikulum 2014: [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha], [PA Hindu], dan [PA Konghuchu]
  2. Buku Pegangan Siswa Pendidikan Agama SMP Kelas 8 Kurikulum 2014: [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha], [PA Hindu], dan [PA Konghuchu]
  3. Buku Pegangan Guru Matematika SMP Kelas 8 Kurikulum 2013
  4. Buku Pegangan Siswa Matematika SMP Kelas 8 Semester 1 Kurikulum 2013
  5. Buku Pegangan Siswa Matematika SMP Kelas 8 Semester 2 Kurikulum 2013
  6. Buku Pegangan Guru IPA SMP Kelas 8 Kurikulum 2013
  7. Buku Pegangan Siswa IPA SMP Kelas 8 Semester 1 Kurikulum 2013
  8. Buku Pegangan Siswa IPA SMP Kelas 8 Semester 2 Kurikulum 2013
  9. Buku Pegangan Guru Bahasa Indonesia SMP Kelas 8 Kurikulum 2013
  10. Buku Pegangan Siswa Bahasa Indonesia SMP Kelas 8 Kurikulum 2013
  11. Buku Pegangan Guru Bahasa Inggris SMP Kelas 8 Kurikulum 2013
  12. Buku Pegangan Siswa Bahasa Inggris SMP Kelas 8 Kurikulum 2013
  13. Buku Pegangan Guru PPKn SMP Kelas 8 Kurikulum 2013
  14. Buku Pegangan Siswa PPKn SMP Kelas 8 Kurikulum 2013
  15. Buku Pegangan Guru IPS SMP Kelas 8 Kurikulum 2013
  16. Buku Pegangan Siswa IPS SMP Kelas 8 Kurikulum 2013 Semester 1
  17. Buku Pegangan Guru Penjaskes SMP Kelas 8 Kurikulum 2013
  18. Buku Pegangan Siswa Penjaskes SMP Kelas 8 Kurikulum 2013
  19. Buku Pegangan Guru Prakarya SMP Kelas 8 Kurikulum 2013
  20. Buku Pegangan Siswa Prakarya SMP Kelas 8 Kurikulum 2013
  21. Buku Pegangan Guru Seni Budaya SMP Kelas 8 Kurikulum 2013
  22. Buku Pegangan Siswa Seni Budaya SMP Kelas 8 Kurikulum 2013

Buku SMA/MA/SMK Kelas 10 Edisi Revisi 2014
  1. Buku Pegangan Guru Pendidikan Agama SMA Kelas 10 Kurikulum 2014: [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha, [PA Hindu], dan [PA Konghuchu]
  2. Buku Pegangan Siswa Pendidikan Agama SMA Kelas 10 Kurikulum 2014: [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha], [PA Hindu], dan [PA Konghuchu]
  3. Buku Pegangan Guru Matematika SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  4. Buku Pegangan Siswa Matematika SMA Kelas 10 Semester 1 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  5. Buku Pegangan Siswa Matematika SMA Kelas 10 Semester 2 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  6. Buku Pegangan Guru Sejarah Indonesia SMA Kelas 10 Kurikulum 2013
  7. Buku Pegangan Siswa Sejarah Indonesia SMA Kelas 10 Kurikulum 2013
  8. Buku Pegangan Guru Bahasa Indonesia SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  9. Buku Pegangan Siswa Bahasa Indonesia SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  10. Buku Pegangan Guru Bahasa Inggris SMA Kelas 10 Kurikulum 2013
  11. Buku Pegangan Siswa Bahasa Inggris SMA Kelas 10 Kurikulum 2013
  12. Buku Pegangan Guru PPKn SMA Kelas 10 Kurikulum 2013
  13. Buku Pegangan Siswa PPKn SMA Kelas 10 Kurikulum 2013
  14. Buku Pegangan Guru Penjaskes SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  15. Buku Pegangan Siswa Penjaskes SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  16. Buku Pegangan Guru Prakarya dan Kwu SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  17. Buku Pegangan Siswa Prakarya dan Kwu SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  18. Buku Pegangan Guru Seni Budaya SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014
  19. Buku Pegangan Siswa Seni Budaya SMA Kelas 10 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014

Buku SMA/MA/SMK Kelas 11
  1. Buku Pegangan Guru Pendidikan Agama SMA Kelas 11 Kurikulum 2014: [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha], [PA Hindu], dan [PA Konghuchu]
  2. Buku Pegangan Siswa Pendidikan Agama SMA Kelas 11 Kurikulum 2014: [PA Islam], [PA Kristen], [PA Katolik], [PA Buddha], [PA Hindu], dan [PA Konghuchu]
  3. Buku Pegangan Guru Matematika SMA Kelas 11 Kurikulum 2013
  4. Buku Pegangan Siswa Matematika SMA Kelas 11 Semester 1 Kurikulum 2013
  5. Buku Pegangan Siswa Matematika SMA Kelas 11 Semester 2 Kurikulum 2013
  6. Buku Pegangan Guru Sejarah Indonesia SMA Kelas 11 Kurikulum 2013
  7. Buku Pegangan Siswa Sejarah Indonesia SMA Kelas 11 Kurikulum 2013
  8. Buku Pegangan Guru Bahasa Indonesia SMA Kelas 11 Kurikulum 2013
  9. Buku Pegangan Siswa Bahasa Indonesia SMA Kelas 11 Kurikulum 2013
  10. Buku Pegangan Guru Bahasa Inggris SMA Kelas 11 Kurikulum 2013
  11. Buku Pegangan Siswa Bahasa Inggris SMA Kelas 11 Kurikulum 2013
  12. Buku Pegangan Guru PPKn SMA Kelas 10 Kurikulum 2013
  13. Buku Pegangan Siswa PPKn SMA Kelas 10 Kurikulum 2013
  14. Buku Pegangan Guru Penjaskes SMA Kelas 11 Kurikulum 2013
  15. Buku Pegangan Siswa Penjaskes SMA Kelas 11 Kurikulum 2013
  16. Buku Pegangan Guru Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas 11 Kurikulum 2013
  17. Buku Pegangan Siswa Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas 11 Kurikulum 2013
  18. Buku Pegangan Guru Seni Budaya SMA Kelas 11 Kurikulum 2013
  19. Buku Pegangan Siswa Seni Budaya SMA Kelas 11 Kurikulum 2013

Kelas Sains Membuat Kamera Dari Kaleng

Written By Toha Nasr on Minggu, 18 Mei 2014 | 10:29:00 PM

Hari ini (18/5) Kelas Sains kedatangan guru dari Bekasi, beliau membagi ilmu keren pada kami, kami diajari untuk membuat kamera dengan bahan dasar kaleng bekas, bahan-bahannya juga cukup sederhana, ada kaleng bekas softdrink, kaleng bekas rokok, jarum, lakban sama amplas. bikinnya juga gak lama, setengah jam, kaleng tadi disulap jadi kamera! hah kamera?! iya beneran walaupun penampakannya masih tetap kaleng, tapi fungsinya udah berubah jadi kamera lho. mereka menyebutnya Kamera Lubang Jarum

Inilah asyiknya Kelas Sains, disini kami diajarkan sains secara langsung, kami tidak dijejali teori yang sering membuat mual, kami disini dibuat mencintai Sains dengan mencoba, menerapkan langsung konsep dengan cara praktek, salah satunya ya yang kami lakukan hari ini, awalnya sedikitpun tak kami percaya jika kaleng ini bisa dijadikan sebagai alat perekam gambar. mustahil! tapi setelah mencoba sendiri kini kami faham.
Hasil jepretan pertama Kamera Lubang Jarum

Kami mempelajari empat disiplin ilmu sekaligus, Fisika, Kimia, Matematika dan Seni (art) biasanya mendengar nya saja kami sudah malas, tapi hari ini bayangan buruk itu sirna. Walaupun judulnya belajar, tapi rasanya seperti bermain saja. karena kami tak hanya diajari membuat kamera, tapi juga langsung praktek berburu objek, lalu mencetak hasilnya. dan walaupun masih pemula tapi kami bisa tuh menghasilkan gambar yang layak, meskipun banyak juga teman-teman yang tingkat keberhasilannya masih dibawah 50% (jangan dibilang gagal ya, biar gak pundung kata orang sunda mah, hehe)

Rugi deh yang hari ini gak bisa ikutan hadir, banyak banget ilmu yang bisa didapat. kami sadar ini baru permulaan, kami harus terus belajar untuk mendapatkan hasil yang semakin baik. lancar kaji karena diulang. itu kata pepatah. hingga kami terus berencana mengembangkan kemampuan di bidang fotografi dengan Kamera Lubang Jarum ini.

Guru Belum Merdeka

Written By Toha Nasr on Sabtu, 03 Mei 2014 | 10:25:00 PM

Ester Lince Napitupulu  ;   Wartawan Kompas
KOMPAS, 02 Mei 2014
                                                
                                                                                         
                                                             
Pendidikan harus diarahkan untuk memikul agenda bangsa. Dengan mengacu pada agenda bangsa yang sebenarnya sudah diletakkan pendiri bangsa, arah pendidikan pun bisa lebih fokus dan sejalan dengan terwujudnya perubahan dalam masyarakat serta meningkatnya martabat bangsa.
Ketika arah pendidikan sudah jelas, tentu saja butuh aktor penggerak yang tepat. Dalam hal ini, pendidik atau guru. Guru yang dibutuhkan haruslah yang selaras dengan upaya menyiapkan anak-anak bangsa sesuai visi dan mimpi bangsa. Sebab, peran guru cukup signifikan untuk membuat generasi pewaris negeri mampu memikul agenda yang dimulai dari dirinya, keluarganya, masyarakatnya, lalu bangsanya, dan terlibat dalam dunia global.
Sayangnya, dalam situasi arah pendidikan yang tak jelas, sosok guru yang dibutuhkan pun jadi tidak jelas. Justru, guru-guru bangsa dibelit beragam persoalan akibat kentalnya politisasi pendidikan, mulai di tingkat pusat hingga daerah.
Guru terpasung dalam keharusan mengikuti kehendak penguasa. Kemerdekaan guru di dalam ruang kelas pun dirampas dengan muatan pendidikan yang memisahkan siswa dari pengenalan akan potensi dirinya, wilayahnya, dan bangsanya.
Tidak terlihat ruang yang dibangun untuk pribadi guru yang merdeka, mampu mengembangkan pembelajaran, dan membekali siswa untuk menjadi pembaru sosial. Wawasan kebudayaan, kebangsaan, dan kemanusiaan luput dari pembelajaran guru di dalam ruang kelas.
Kurikulum baru yang digembar-gemborkan akan membawa generasi saat ini menjadi generasi emas saat 100 tahun Indonesia merdeka dinilai tetap memasung guru. Sebab, guru semakin terikat dengan buku teks yang disediakan. Guru tetap ditargetkan untuk menyiapkan siswa lulus ujian nasional (UN).
Segala daya upaya guru di ruang kelas pun jadi tereduksi untuk menyiapkan siswa yang kuat dalam menghafal, tanpa mengerti cara memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk memecahkan beragam masalah kehidupan pribadi, apalagi persoalan bangsa yang dibelit kekerasan, korupsi, dan ketidakpedulian.
Jika guru beranggapan puncak pencapaian prestasi anak dan pendidikan lewat penyamaan UN, itu merupakan kecelakaan dalam dunia pendidikan. Jadi, esensi pendidikan terabaikan.
Guru yang belum merdeka mengamini kekeliruan tersebut. Pendidikan tanpa kemerdekaan itu menjadi semacam indoktrinasi. Inilah sesat pikir dalam pendidikan. Bangsa ini butuh guru yang berpikiran merdeka dan kritis, tidak membeo ketika ada yang salah. Sebab, guru yang punya cita-cita besar pada bangsa juga punya semangat dalam pembelajaran untuk menyiapkan generasi yang luar biasa.
Persoalan guru
Guru yang merdeka dan kritis masih jadi angan-angan. Guru terbelit banyak persoalan, mulai dari dirinya, birokrasi, hingga politik. Pemerintah tidak punya strategi yang matang untuk menyediakan sosok guru yang mampu membawa pendidikan agar berperan bagi kemajuan bangsa.
Persoalan kualitas atau kinerja guru sampai saat ini belum memuaskan. Pun ketika sertifikasi guru menjadi amanat untuk menyediakan guru profesional dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Ditambah pula, manajemen guru yang tidak sinkron antara pemerintah pusat dan daerah membuat problematik guru semakin menjadi-jadi.
Guru yang tidak berkualitas menjadikan proses pembelajaran di kelas-kelas seperti ritual yang tidak pernah berubah dari tahun ke tahun, begitu-begitu saja. Ini akibat kelalaian pemerintah yang tidak mengawasi guru selama berpuluh-puluh tahun. Begitu dia diangkat menjadi guru, tidak ada kontrol, tidak ada pengembangan, sangat jarang ada pelatihan.
Sedemikian besar peran penting guru, tetapi kondisi guru di Indonesia dari jumlah, mutu, kesejahteraan, perlindungan, dan penghargaan justru masih memprihatinkan. Sebanyak 2,9 juta guru di Kemdikbud dan lebih dari satu juta guru di Kementerian Agama belum terkelola dengan baik, baik distribusi maupun peningkatan kualitasnya.
Dualisme pengelolaan memunculkan kesan diskriminatif. Hal itu dialami guru di bawah Kemdikbud ataupun Kemenag. Demikian pula guru dengan status pegawai negeri dan swasta, ataupun honorer. Guru tidak dilihat dari fungsinya sebagai pendidik anak bangsa, tetapi berdasarkan statusnya.
Guru yang sudah ada dikeluhkan mutu dan kinerjanya. Namun, persoalan ini perlu juga ditarik mundur pada penyiapan calon guru di lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) yang memproduksi calon guru.
Institusi penghasil guru menjamur hingga mencapai 429 LPTK, di antaranya 46 LPTK negeri, seiring membaiknya kesejahteraan guru pasca kebijakan sertifikasi. Namun, dengan standar yang tak terkontrol, calon guru yang dihasilkan bervariasi mutunya dan belum sesuai harapan.
Dukungan untuk LPTK juga rendah. Di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud terlihat anggaran untuk perguruan tinggi non-guru lebih besar dibandingkan untuk guru. Pendidikan guru yang harusnya berasrama belum juga terealisasi. Pendidikan profesi guru yang seharusnya efektif sejak tahun 2006 belum juga mantap.
Lembaga pendidikan guru memerlukan reformasi, terutama perlunya penyadaran profesi yang bertujuan membangun paradigma baru dan ideologi pendidikan serta kebanggaan profesi. Pilihan profesi sebagai pendidik mesti memiliki fondasi filosofis yang terhubung dengan eksistensi, misi hidup, serta tujuan pendidikan nasional mengingat profesi guru sebagai tugas pengabdian.
Masalah yang membelit guru bukan hanya di lembaga pendidikan guru atau pendidikan profesi guru. Problematik lainnya ialah terkait data guru, kekurangan guru, seleksi guru honorer, guru swasta, distribusi guru, pembinaan, pengembangan profesi dan karier guru, kenaikan pangkat dan jabatan, tunjangan khusus, tambahan penghasilan, penghasilan minimal guru, perlindungan hukum, penghargaan, mutasi, politisasi, organisasi profesi guru, kode etik, dan dewan kehormatan guru.
Resentralisasi
Penurunan mutu guru dituding akibat politisasi guru di daerah. Otonomi daerah yang menciptakan raja-raja kecil membuat guru harus takluk. Akibatnya, guru tak bisa lepas dari dinamika politik di tingkat kabupaten atau kota. Desakan untuk mengkaji kembali desentralisasi pendidikan, utamanya kewenangan pengelolaan guru, menguat. Wacana resentralisasi guru dikaji demi membuat guru bebas dan merdeka dari politisasi kepentingan penguasa.
Resentralisasi itu perlu dikaji dengan benar supaya jangan sekadar memindahkan persoalan, bagaikan keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buaya. Sistem pengelolaan guru harus ditata dengan benar dan komprehensif, termasuk struktur ketenagaan dan kelembagaannya.
Guru hendaknya dikelola dalam satu direktorat jenderal, dalam hal perencanaan, pengadaan, pembinaan, kesejahteraan, dan penegakan kode etik. Pemerintah perlu menyeleksi tenaga guru yang ada saat ini. Seleksi itu dengan rasa keberpihakan yang tulus kepada guru.

Paradigma Baru Arah Pendidikan Nasional

Tim  ;   Wartawan Kompas
KOMPAS, 02 Mei 2014
                                                                                         
                                                             
Pengantar Redaksi
Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bersama ”Kompas” menyelenggarakan diskusi ”Mencari Arah Pendidikan Indonesia”. Tampil sebagai narasumber, Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat, Ketua Umum PB PGRI Sulistiyo, Direktur Pendidikan Karakter Education Consulting Doni Koesoema, dan pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri. Diskusi dipandu Ketua Departemen Balitbang PB PGRI Mohammad Abduhzen. Hasil diskusi dirangkum Luki Aulia, Ester Lince Napitupulu, Indira Permanasari, dan Try Harijono, disajikan mulai hari ini.
Dari sekian banyak persoalan pendidikan, persoalan paling mendasar dan mendesak untuk segera dibenahi adalah arah pendidikan Indonesia. Berbagai peraturan perundang-undangan dan kebijakan pendidikan telah dikeluarkan, tetapi beragam potensi bangsa masih kurang dioptimalkan.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ataupun Kurikulum 2013, misalnya, memang telah menyinggung soal pendidikan yang bertujuan mengembangkan kemampuan, membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat, serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Meski demikian, potensi bangsa di bidang maritim dan agraris sama sekali tidak disinggung.
Padahal, dalam perjalanan sejarah, di kedua sisi itulah bangsa ini pernah mengalami masa keemasan. Potensi kelautan hingga kini pun sangat besar karena dengan luas lautan 3.302.498 kilometer persegi telah menunjukkan bahwa dua pertiga wilayah Indonesia merupakan lautan. Selain itu, dari 34 provinsi yang ada berbatasan dengan wilayah pesisir serta 68 persen dari 511 kota dan kabupaten yang ada memiliki wilayah pesisir.
Di bidang pertanian, produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian tahun 2012 mencapai Rp 880,17 triliun. Adapun penduduk yang bergerak dalam bidang pertanian sekitar 39,9 juta orang atau sekitar 35 persen dari 114 juta penduduk yang bekerja.
Pada masa Orde Baru, pendidikan bidang pertanian mendapat tempat terhormat, antara lain, dengan menjamurnya sekolah pertanian menengah atas (SPMA) di banyak daerah. Meski kini telah berganti menjadi SMK Pertanian dan muncul sejumlah fakultas pertanian, kesungguhan mengembangkan pendidikan pertanian dipertanyakan karena perannya yang kurang signifikan. Ini, antara lain, dibuktikan dengan menurunnya jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian dari 42,6 juta pada 2011 menjadi 39,9 juta pada 2013. Selain itu, impor berbagai produk pertanian juga terus meningkat sehingga peran negara untuk mengembangkan pendidikan pertanian dipertanyakan.
Pada sisi lain, Indonesia yang multikultur dengan 1.340 suku bangsa menurut Badan Pusat Statistik, serta 760 bahasa daerah yang digunakan penduduknya, merupakan kekayaan budaya yang luar biasa. Meskipun demikian, peran pendidikan untuk mengelola keberagaman, kebinekaan, dan toleransi seperti yang diinginkan para pendiri bangsa masih kurang terasa.
Di sisi lain, gempuran sekolah-sekolah internasional dengan kurikulum tidak berdasarkan kebudayaan bangsa sendiri semakin dahsyat. Sekolah internasional tumbuh di banyak daerah. Meskipun aturan yang membatasi gerak sekolah internasional sudah dikeluarkan, efektivitas dan pengawasannya masih dipertanyakan.
Sah saja ketika dalihnya untuk meningkatkan mutu anak didik dan meningkatkan daya saing global. Namun, perlu dipertanyakan pula peran sekolah-sekolah tersebut dalam menanamkan nilai kebangsaan, rasa cinta Tanah Air, dan kebanggaan terhadap bangsanya. Perlu dicatat, siswa sekolah-sekolah tersebut umumnya memiliki akses pendidikan dan ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan siswa sekolah lain.
Boleh jadi dengan berbagai persoalan fundamental di atas, diperlukan paradigma baru arah pendidikan nasional. Paradigma baru ini terutama untuk menyelaraskan arah pendidikan nasional dengan potensi bangsa yang ada. Menyelaraskan arah pendidikan dengan strategi pembangunan ekonomi, sosial, dan kebudayaan untuk menggapai cita-cita bangsa.
Persoalan lain
Selain persoalan fundamental di atas, setidaknya ada empat persoalan lain di bidang pendidikan yang harus dicermati dan dicarikan solusi. Persoalan kedua adalah masalah-masalah struktural atau politik pendidikan, termasuk guru dan kepala sekolah, serta yang ketiga adalah masalah-masalah operasional yang terjadi di lapangan. Masalah keempat adalah finansial, termasuk anggaran pendidikan yang kenyataannya kurang terarah serta dibagi untuk 17 kementerian lain. Kelima adalah masalah kultural pendidikan, seperti etos disiplin, kejujuran, dan kegairahan melakukan riset.
Meskipun berbagai persoalan pendidikan menghadang, sejumlah langkah positif di bidang pendidikan juga patut diapresiasi. Misalnya, alokasi anggaran pendidikan yang dipatok 20 persen dari APBN sangat membantu pengembangan pendidikan meski dalam pelaksanaannya masih perlu pembenahan. Pemberian beasiswa untuk siswa miskin dan upaya mendorong profesionalisme guru juga perlu diapresiasi meski dalam pelaksanaannya perlu pembenahan.
Melihat berbagai persoalan ini, tidak ada salahnya jika semua pihak duduk bersama merumuskan desain dan strategi pendidikan untuk kemajuan bangsa ini di masa depan.

Ruang Pustaka

Suara Guru

Artikel Lainnya »

Biologi

Fisika

Ekstrakurikuler

Mikrobiologi

OLimpiade Sains Nasional

 
Created by : Creating Website
Copyright © 2013 - 2014. Kelas Sains - All Rights Reserved
Template Modify by Belajar Biologi
Proudly powered by Blogger